Senin, 15 Juli 2013

fadhilah bulan rajab



Kamumuslimin Rohima Kumullah
Pertama-tama marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah swt, dengan berupaya dan terus berusaha  melaksanakan apa saja yang diperintahkan Allah baik yang termaktub dalam kitab-Nya Alqur’an maupun melalui sunah Rasul-Nya Muhammad saw. Pada waktu yang sama juga kita dituntut untuk meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya Muhammad saw. Dan dengan cara yang demikian itu lah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan.
Namun sebaliknya jika larangan dan perintah Allah masih terabaikan tentunya kualitas iman dan ketaqwaan kita mengalami penurunan, dan jika kita biarkan penurunan itu berkelanjutan tanpa ada inovasi, siaplah kita dengan segala bentuk malapetaka dan azab yang datang sebagai balasan dari Allah atas kelalaian kita itu.

Selanjutnya keselamatan dan kesejahteraan semoga tetap disampaikan kepada Nabi kita muhammad saw. Allah Hummasolli ala sayyidina muhammad waala ali sayyidina  muhammad.



Kaumuslimin Rokhima kumullah
Tanpa terasa waktu telahpun berlalu tidak disadari kita telah berada pada bulan Rajab, sebagaimana dikatakan Rajab adalah bulan menabur benih , sementara sya’ban pula adalah bulan menyuburkan tanaman dengan segala macam pupuk amalan, kelanjutan dari itu adalah bulan Ramadhan yang dikenal dengan bulan menuai hasil dari segala bentuk amalan.

          Rajab adalah bulan yang terbaik untuk memperbanyak amalan soleh, sebagai persiapan diri lebih awal kearah menghidupkan bulan Ramadhan , orang yang senantiasa membuat persiapan dan latihan  lebih awal, akan terasa lebih nikmat dalam beribadat pada bulan Ramadhan nantinya insya Allah.

Kaumuslimin Rokhima kumullah
 Bulan Rajab juga dikenal dengan bulan sholat, mengingat akan kewajiban sholat lima waktu  yang diterima oleh Rasulullah dalam peristiwa isro’ adalah jatuhnya pada bulan Rajab,  perintah sholat yang di wajibkan atas manusia ini, bukanlah suatu penyiksaan melainkan lebih dari itu adalah sebagai obat untuk penawar terhadap penyakit akhlak yang melanda manusia dalam masyarakat. Semua penyakit yang melanda masyarakat adalah berpunca dari mengabaiakan kewajiban sholat. Sholat dikerjakan namun tidak menunaikan hak-hak sholat.
Artinya ruku’ tidak sempurna, ‘tidal masih condong kekiri dan kekanan. Bukan kah makna ‘tidal adalah tegak berdiri lurus, begitu pula dengan sujud tanpa memperhatikan tumak ninahnya.

          Bila manusia telah berani meninggalkan sholat, mengabaikan sholat, maka hilanglah rasa takutnya kepada Allah, sehingga menjadi hamba kepada nafsu serakah, jika demikian maka terputuslah ikatan hatinya kepada Allah, maka menyebabkan ia lebih dekat dengan hasutan syaitan yang dilaknat oleh Allah swt, dengan demikian   hilanglah hikmah sholat yang berkhasiat  sebagi penawar penayakit, padahal Allah menyebutkan dalam firman-Nya:


 








Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab suci Alqur’an, dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan yang keiji-keji dan mungkar sesungguhnya mengingat Allah didalam sholat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Ankabut:45)
                   
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Banyak amalan yang dapat kita perbuat pada bulan ini, dan bukan berarti pada bula-bulan yang lain tidak dianjurkan akan tetapi lebih ditekankan kepada bulan Rajab ini, diantaranya ialah, memperbanyak zikir-zikir, memperbanyak bacaan sholawat, dan memperbanyak amalan sholat lima waktu secara berjamaah.
Sebagaimana yang di sebutkan Rasulullah muhammad saw. Dalam sabda beliau:

من صلى لله اربعين يو ما فى جما عة يد رك ا اتكبير ة الا و الى كتب له بر ا ء تا  ن براء ة
 من ا  انر وبراء ة من اننفا ق

Diceritakan dari anas bin malik ra, menceritakan bahwasanya Rasulullah bersabda. Siapa yang sholat berjamaah selama empat puluh hari tanpa tertinggal taqbiratul yang pertama bersama imam maka akan mendapat dua jaminan, yakni terhindar dari azab neraka dan terhindar dari sifat munafiq (hr. Attirmidzi

Kemudian dalam sahih bukhari juga disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

وقال لو يعلم ا لنا س
ما فى ا لند ا ء و ا لصف ا لا و
ثم لمم يجد وا ا لا ان يستهموا

Kalaulah manusia mengetahui keutamaan azan dan saf pertama sholat berjamaah, dan mereka tidak bisa mendapatkan kannya, kecuali dengan jalan diundi  niscaya mereka bersedia dinudi untuk mendaptkannya, (maksudnya ialah, umpama kita telah mengetahui penghasilan satu kali panen sawah TKD, maka kita bersedia lelang untuk mendapat kan sawah tersebut, dengan penghasilan yang memuaskan)

Kemudian kelanjutan hadis ini dikatakan:
لا ستهمو ا عليه و لو يعلمو ن
ما فى ا تهجير لا ستبقو اا ليه

Kalaulah mereka mengetahui akan keutamaan sholat zuhur dilaksanakan tepat awal waktu, pastilah mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya.

Dan yang terakhir kelanjutan hadis ini dikatakan,

و لو يعلمون ما فى ا لعتمت و ا لصبح
لاتو هما ولو حبوا

Dan kalaulah mereka mengetahui akan keutamaan sholat subuh dan sholat ‘isya di laksanakan berjamaah, pastilah mereka akan memerlukan datang kemasjid , sekalipun mereka harus merangkak.

Kaumuslimin Rokhima kumullah

Demikianlah keutamaan  buah tangan yang dibawa Rasulullah saw, untuk umat tercintanya ketika belau mengadakan isro’ dan mi’raj, semoga kita senantiasa menjaga akan kualitas sholat kita, sehingga persembahan kita kepada Allah tidak bernilai sia-sia.

Mudah-mudahan pembicaraan yang sederhana ini besar manfaatnya bagi khatib sendiri dan berguna bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar