Kamumuslimin Rohima Kumullah
Pertama-tama marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah swt,
dengan berupaya dan terus berusaha
melaksanakan apa saja yang diperintahkan Allah baik yang termaktub dalam
kitab-Nya Alqur’an maupun melalui sunah Rasul-Nya Muhammad saw. Pada waktu yang
sama juga kita dituntut untuk meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah
dan Rasulnya Muhammad saw. Dan dengan cara yang demikian itu lah ketaqwaan kita
mengalami peningkatan dan perbaikan.
Namun sebaliknya jika larangan dan perintah Allah masih terabaikan tentunya
kualitas iman dan ketaqwaan kita mengalami penurunan, dan jika kita biarkan
penurunan itu berkelanjutan tanpa ada inovasi, siaplah kita dengan segala
bentuk malapetaka dan azab yang datang sebagai balasan dari Allah atas
kelalaian kita itu.
Selanjutnya keselamatan dan kesejahteraan semoga tetap disampaikan kepada
Nabi kita muhammad saw. Allah Hummasolli ala sayyidina muhammad waala ali
sayyidina muhammad.
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Tanpa terasa waktu
telahpun berlalu tidak disadari kita telah berada pada bulan Rajab, sebagaimana
dikatakan Rajab adalah bulan menabur benih , sementara sya’ban pula adalah
bulan menyuburkan tanaman dengan segala macam pupuk amalan, kelanjutan dari itu
adalah bulan Ramadhan yang dikenal dengan bulan menuai hasil dari segala bentuk
amalan.
Rajab adalah bulan yang terbaik untuk memperbanyak amalan
soleh, sebagai persiapan diri lebih awal kearah menghidupkan bulan Ramadhan ,
orang yang senantiasa membuat persiapan dan latihan lebih awal, akan terasa lebih nikmat dalam
beribadat pada bulan Ramadhan nantinya insya Allah.
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Bulan Rajab juga dikenal dengan
bulan sholat, mengingat akan kewajiban sholat lima waktu yang diterima oleh Rasulullah dalam peristiwa
isro’ adalah jatuhnya pada bulan Rajab,
perintah sholat yang di wajibkan atas manusia ini, bukanlah suatu
penyiksaan melainkan lebih dari itu adalah sebagai obat untuk penawar terhadap
penyakit akhlak yang melanda manusia dalam masyarakat. Semua penyakit yang
melanda masyarakat adalah berpunca dari mengabaiakan kewajiban sholat. Sholat
dikerjakan namun tidak menunaikan hak-hak sholat.
Artinya ruku’ tidak sempurna, ‘tidal masih condong kekiri dan kekanan.
Bukan kah makna ‘tidal adalah tegak berdiri lurus, begitu pula dengan sujud
tanpa memperhatikan tumak ninahnya.
Bila manusia telah berani meninggalkan sholat, mengabaikan
sholat, maka hilanglah rasa takutnya kepada Allah, sehingga menjadi hamba
kepada nafsu serakah, jika demikian maka terputuslah ikatan hatinya kepada
Allah, maka menyebabkan ia lebih dekat dengan hasutan syaitan yang dilaknat
oleh Allah swt, dengan demikian hilanglah hikmah sholat yang berkhasiat sebagi penawar penayakit, padahal Allah
menyebutkan dalam firman-Nya:
![]() |
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu,
yaitu kitab suci Alqur’an, dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah
dari perbuatan yang keiji-keji dan mungkar sesungguhnya mengingat Allah didalam
sholat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain, dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Ankabut:45)
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Banyak amalan yang dapat kita perbuat pada bulan ini, dan bukan berarti
pada bula-bulan yang lain tidak dianjurkan akan tetapi lebih ditekankan kepada
bulan Rajab ini, diantaranya ialah, memperbanyak zikir-zikir, memperbanyak
bacaan sholawat, dan memperbanyak amalan sholat lima waktu secara berjamaah.
Sebagaimana yang di sebutkan Rasulullah muhammad saw. Dalam sabda beliau:
من صلى لله اربعين يو ما فى جما عة يد رك ا اتكبير ة الا و الى كتب له بر ا ء
تا ن براء ة
من ا
انر وبراء ة من اننفا ق
Diceritakan dari anas
bin malik ra, menceritakan bahwasanya Rasulullah bersabda. Siapa yang sholat
berjamaah selama empat puluh hari tanpa tertinggal taqbiratul yang pertama
bersama imam maka akan mendapat dua jaminan, yakni terhindar dari azab neraka
dan terhindar dari sifat munafiq (hr. Attirmidzi
Kemudian dalam sahih bukhari juga disebutkan bahwasanya Rasulullah saw
bersabda:
وقال لو يعلم ا لنا س
ما فى ا لند ا ء و ا لصف ا لا و
ثم لمم يجد وا ا لا ان يستهموا
Kalaulah manusia
mengetahui keutamaan azan dan saf pertama sholat berjamaah, dan mereka tidak
bisa mendapatkan kannya, kecuali dengan jalan diundi niscaya mereka bersedia dinudi untuk
mendaptkannya, (maksudnya ialah, umpama kita telah mengetahui
penghasilan satu kali panen sawah TKD, maka kita bersedia lelang untuk mendapat
kan sawah tersebut, dengan penghasilan yang memuaskan)
Kemudian kelanjutan
hadis ini dikatakan:
لا ستهمو ا عليه و لو يعلمو ن
ما فى ا تهجير لا ستبقو اا ليه
Kalaulah mereka
mengetahui akan keutamaan sholat zuhur dilaksanakan tepat awal waktu, pastilah
mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya.
Dan yang terakhir kelanjutan hadis ini dikatakan,
و لو يعلمون ما فى ا لعتمت و ا لصبح
لاتو هما ولو حبوا
Dan kalaulah mereka mengetahui akan keutamaan sholat subuh dan sholat ‘isya
di laksanakan berjamaah, pastilah mereka akan memerlukan datang kemasjid ,
sekalipun mereka harus merangkak.
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Demikianlah keutamaan buah tangan
yang dibawa Rasulullah saw, untuk umat tercintanya ketika belau mengadakan
isro’ dan mi’raj, semoga kita senantiasa menjaga akan kualitas sholat kita,
sehingga persembahan kita kepada Allah tidak bernilai sia-sia.
Mudah-mudahan pembicaraan yang sederhana ini besar manfaatnya bagi khatib
sendiri dan berguna bagi kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar