Kamis, 18 Juli 2013

filsafat cermin



Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Semoga Allah yang maha, melihat, maha mendengar, dan maha menyaksikan seluruh perbuatan hambanya senantiasa menganugrahkan kepada kita semua yang sedang duduk bersimpuh di dalam masjid ini, terhindar dari mata yang terpejam, dijauhkan dari kantuk yang tidak tertahan. sebab  jika  mata kita terpejam hanyut dalam kantuk tidak ada jaminan uduk kita masih utuh namun sebaliknya jika mata tetap terjaga  jaminan uduk kita masih terkontrol utuh, dengan uduk yang utuh itu iktikaf kita tetap jalan, dan telinga kita berfungsi normal mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib, mudah-mudahan dengan semua berfungsi secara normal, mata, telinga, dan hati yang selalu jaga  dengan zikir kepada Allah swt itu dapat mengalirkan pahala yang berlipat ganda untuk menebus dahsyatnya siksa kubur, pedihnya padang mahsyar, dan hebatnya siksa neraka. Demikianlah yang difirmankan Allah:
4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# uŽ|Çt7ø9$#ur yŠ#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB  
Artinya: Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al-Isro’:36)
Kemudian Solawat dan salam semoga disampaikan kepada junjugan kita Nabi Muhammad saw, Allahummasolli Ala Sayyidina muhammad waala ali sayyidina muhammad mudah-mudahan dengan solawat itu kita tergolong umatnya yang mendapat syafaat beliau.
 Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Sudah menjadi lumrah sebagai manusia normal yang sehat  akal dan fikirannya, mereka tentunya dalam melihat, mengoreksi, dan membetulkan sosok penampilan nya, supaya lebih terlihat sopan, terlihat santun, leces dan bahkan menarik, untuk itu manusia tidak terlepas dari yang namanya cermin. Dengan demikian itulah, bisa kita lihat sendiri kenyataannya, di mobil ada cermin, di motor terpasang cermin, dikantor ada cermin, di kamar tidur terpasang cermin, dan bahkan di kamar mandipun  terpajang  yang namanya cermin. Seolah-olah cermin biasa kita lihat Di semua tempat di seluruh dunia ini, kehadiran cermin bukanlah merupakan suatu yang pokok baik dalam kelompok pangan ataupun dalam kategori sandang. Akan tetapi ia merupakan sesutu yang harus dalam kehidupan manusia.

Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Allah swt berfirman yang berbunyi:
$tBur $oYø)n=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ šúüÎ6Ïè»s9  
$tB !$yJßg»oYø)n=yz žwÎ) Èd,ysø9$$Î/ £`Å3»s9ur öNèduŽsYò2r& Ÿw tbqßJn=ôètƒ  
Artinya:” Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan (sia-sia). Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui .” (QS Ad Dukhaan: 38-39)
Dari pernyataan ayat di atas sesungguhnya semua yang diciptakan  Allah swt, tiada yang bersifat sia-sia melainkan ada hikmah yang terkandung dalam penciptaan tersebut, akan tetapi keterbatasan dan kedaifan manusia sehingga terhalang untuk kita mengetahuinya, salah satu contoh adalah  cermin. ada beberapa hikmah yang terkandung dalam cermin yang selama ini kurang  terpantau oleh kita semua.

Pertama hikmah yang terkandung dalam cermin adalah:
Cermin bersifat JUJUR. Jika kita berdiri didepan cermin, maka semua sosok yang terlihat pada diri kita, mulai dari rambut sampai batas kaki secara tidak langsung diutarakan oleh sebuah cermin tersebut, Dia akan berkata jujur tentang keadaan kita saat berada didepannya, bila wajah kita terlihat kusut  dia akan mengatakan, bila kita tersenyum diapun menampakan, bila penampilan kita masih belum rapi diapun mengutarakan, bila dipipi kita ada benjolan diapun menunjukkan, yang jelas apapun keaadaan kita yang terpantul olehnya itulah yang sebenarnya disampaikan tanpa ada sedikitpun yang didustakan. atau bahkan ada sesuatu yang buruk pada diri kita baik itu, kudis, kurap, kriputan asal terpantul olehnya itupun disampaikan secara jujur.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Sipat cermin yang seperti inilah yang harus kita tiru dan kita rialisasikan dalam kehidupan masyarakat, sipat jujur yang tidak menambah, sipat jujur yang tidak merekayasa, sipat jujur yang selalu menyampaikan apa adanya. Sipat jujur inilah yang mesti kita miliki baik kita sebagai suami, atau status kita sebagai anak, atau kita bergelar tokoh  masyarakat apapun gelar, pangkat dan kedudukan kita , mari tanamkan sipat jujur tanpa kejujuran semua akan binasa , berapa banyak kariawan yang di PHK karana ketidak jujuran terhadap majikannya, betapa berdosanya sang murid karena ketidakjujurannya kepada guru-gurunya, Betapa menyesalnya orang tua, bila sang anak sudah tidak bisa dipegang kejujurannya lagi? Betapa retaknya hubungan suami istri bila keduanya tidak saling menaruh kepercayaan lagi, semuanya akan berakhir dengan kekacauan begitulah pentingnya sebuah kejujuran Allah berfirman:
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#qçRqä.ur yìtB šúüÏ%Ï»¢Á9$#  
Artinya: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur
Dalam Ayat diatas menunjukkan bahwa jujur merupakan amalan yang amat terpuji. Dari sebuah kejujuran akan tegak kebenaran, keadilan, dan sekian banyak kebaikan dibaliknya. Hati akan menjadi tenang dan tentram. Karena orang yang jujur itu tidak mengurangi atau menzhalimi hak orang lain. Sehingga semakin menambah kepercayaan dari orang lain. Inilah hikmah pertama yang terkandung dalm cermin dia jujur terhadap siapapun yang berhadapan dengannya.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Pelajaran yang kedua yang terkandung pada Cermin adalah
Cermin merupakan  PENASEHAT bagi kita. Sejak kecil kita bercermin, sampai umur kita meningkat dan terus meningkat . Dengan cermin kita ktahui bahwa kita sudah beranjak dewasa , dengan cermin kita tau umur sudah semakin tua. Dengan Cermin kita tau rambut sudah berubah warna, dengan cermin kita tau wajah sudah keriputan semua, dengan cermin kita tau gigi sudah tidak lagi rata seperti semula.
demikianlah Sebuah hikmah besar berbicara, " Apa yang telah kau lakukan untuk dunia ini? Sudahkah kau semakin dekat dengan kematian ? Sudah berapa banyak bekal kita di akherat ? Cermin selalu menasehati agar kita selalu banyak bersyukur kepada Allah akan keadaan kita, Cermin menasehati akan kefanaan dunia ini. Cermin selalu menasehati kita agar selalu mendekatkan diri kepada Allah, karena kita bisa melihat dan merasakan sendiri ciptaan Allah, yaitu diri kita sendiri saat bercermin, setidaknya kita ingat akan firman Allah swt:
`tBur çnöÏdJyèœR çmó¡Åe6uZçR Îû È,ù=sƒø:$# ( Ÿxsùr& tbqè=É)÷ètƒ ÇÏÑÈ
Artinya: dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya) Maka Apakah mereka tidak memikirkan?
Maka marilah kita berusaha untuk menghitung amalan-amalan kita agar menjadi orang yang senantiasa memperbaiki diri di dunia ini, sebelum datangnya hari perhitungan amalan yang penyesalan pada hari itu tidak lagi memiliki arti. Begitu pula marilah kita berusaha menjaga anggota badan kita dari melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah dan selalu memberi nasehat yang baik laksana cermin.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Pelajaran yang ketiga yang dapat dipetik dari cermin adalah
Cermin mempunyai sifat AMANAH dalam menyimpan rahasia dan aib kita. Walaupun cermin itu mengetahui segala keburukan dan kebaikan kita, tetapi cermin tidak akan memberitahukan kepada orang lain. Dia amanah menjaga rahasia. Keburukan apapun tidak akan disebar-sebarkan. Cukup dia saja yang tahu dan tidak mengkhabarkan kepada yang lain. Inilah hikmah terbesar buat kita semua dalam meneladani sifat sebuah cermin. Cermin hanya memberitahu kita sebatas yang di pantulkannya saja. Dalam artian hikmah bahwa memberitahu sebatas yg dia tahu, tanpa menambah dan menguranginya. Demkianlah cermin.
Sungguh berbeda dengan manusia yang di anugrahi amanah, mereka jadi tidak jujur dan melampaui batas demikianlah firman Allah:
$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur šú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ  
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, (Al-Ahzab 72)
Demikianlah Kaumuslimin semuanaya. mari kita meneladani atau mengambil hikmah dari sifat cermin ini dan belajar untuk bersifat seperti cermin serta kita aplikasikan kedalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak sekali yang bisa kita ambil,
Kesimpulan sifat yang baik dari cermin adalah : " berkata jujur tanpa kebohongan, selalu mengingatkan dan bernasehat baik kepada saudara muslim untuk memperoleh keridhoan Allah, Amanah terhadap segala hal, menyimpan dalam2 aib saudara sesama muslim, menghindari kemunafikan, tidak mengharapkan pujian, dan masih banyak lainnya tentu
Semoga bermanfaat.         
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar