Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Semoga Allah yang maha, melihat, maha mendengar, dan maha
menyaksikan seluruh perbuatan hambanya senantiasa menganugrahkan kepada kita
semua yang sedang duduk bersimpuh di dalam masjid ini, terhindar dari mata yang
terpejam, dijauhkan dari kantuk yang tidak tertahan. sebab jika
mata kita terpejam hanyut dalam kantuk tidak ada jaminan uduk kita masih
utuh namun sebaliknya jika mata tetap terjaga jaminan uduk kita masih terkontrol utuh, dengan
uduk yang utuh itu iktikaf kita tetap jalan, dan telinga kita berfungsi normal mendengarkan
khutbah yang disampaikan khatib, mudah-mudahan dengan semua berfungsi secara
normal, mata, telinga, dan hati yang selalu jaga dengan zikir kepada Allah swt itu dapat
mengalirkan pahala yang berlipat ganda untuk menebus dahsyatnya siksa kubur,
pedihnya padang mahsyar, dan hebatnya siksa neraka. Demikianlah yang
difirmankan Allah:
4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# u|Çt7ø9$#ur y#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB
Artinya:
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya. (Al-Isro’:36)
Kemudian Solawat dan salam semoga disampaikan kepada junjugan kita
Nabi Muhammad saw, Allahummasolli Ala Sayyidina muhammad waala ali sayyidina
muhammad mudah-mudahan dengan solawat itu kita tergolong umatnya yang mendapat
syafaat beliau.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Sudah
menjadi lumrah sebagai manusia normal yang sehat akal dan fikirannya, mereka tentunya dalam
melihat, mengoreksi, dan membetulkan sosok penampilan nya, supaya lebih
terlihat sopan, terlihat santun, leces dan bahkan menarik, untuk itu manusia
tidak terlepas dari yang namanya cermin. Dengan demikian itulah, bisa kita
lihat sendiri kenyataannya, di mobil ada cermin, di motor terpasang cermin, dikantor
ada cermin, di kamar tidur terpasang cermin, dan bahkan di kamar mandipun terpajang
yang namanya cermin. Seolah-olah cermin biasa kita lihat Di semua tempat
di seluruh dunia ini, kehadiran cermin bukanlah merupakan suatu yang pokok baik
dalam kelompok pangan ataupun dalam kategori sandang. Akan tetapi ia merupakan
sesutu yang harus dalam kehidupan manusia.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Allah swt berfirman yang berbunyi:
$tBur $oYø)n=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ úüÎ6Ïè»s9
$tB !$yJßg»oYø)n=yz wÎ) Èd,ysø9$$Î/ £`Å3»s9ur öNèdusYò2r& w tbqßJn=ôèt
Artinya:” Dan
Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan
(sia-sia). Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui .” (QS Ad Dukhaan: 38-39)
Dari pernyataan ayat di atas sesungguhnya semua yang
diciptakan Allah swt, tiada yang
bersifat sia-sia melainkan ada hikmah yang terkandung dalam penciptaan
tersebut, akan tetapi keterbatasan dan kedaifan manusia sehingga terhalang
untuk kita mengetahuinya, salah satu contoh adalah cermin. ada beberapa hikmah yang terkandung
dalam cermin yang selama ini kurang terpantau
oleh kita semua.
Pertama hikmah yang terkandung dalam
cermin adalah:
Cermin bersifat JUJUR. Jika kita berdiri didepan cermin,
maka semua sosok yang terlihat pada diri kita, mulai dari rambut sampai batas kaki
secara tidak langsung diutarakan oleh sebuah cermin tersebut, Dia akan berkata
jujur tentang keadaan kita saat berada didepannya, bila wajah kita terlihat
kusut dia akan mengatakan, bila kita
tersenyum diapun menampakan, bila penampilan kita masih belum rapi diapun mengutarakan,
bila dipipi kita ada benjolan diapun menunjukkan, yang jelas apapun keaadaan
kita yang terpantul olehnya itulah yang sebenarnya disampaikan tanpa ada
sedikitpun yang didustakan. atau bahkan ada sesuatu yang buruk pada diri kita
baik itu, kudis, kurap, kriputan asal terpantul olehnya itupun disampaikan secara
jujur.
Kaumuslimin
Rokhima Kumullah
Sipat cermin yang seperti inilah yang
harus kita tiru dan kita rialisasikan dalam kehidupan masyarakat, sipat jujur
yang tidak menambah, sipat jujur yang tidak merekayasa, sipat jujur yang selalu
menyampaikan apa adanya. Sipat jujur inilah yang mesti kita miliki baik kita
sebagai suami, atau status kita sebagai anak, atau kita bergelar tokoh masyarakat apapun gelar, pangkat dan kedudukan
kita , mari tanamkan sipat jujur tanpa kejujuran semua akan binasa , berapa banyak
kariawan yang di PHK karana ketidak jujuran terhadap majikannya, betapa
berdosanya sang murid karena ketidakjujurannya kepada guru-gurunya, Betapa menyesalnya orang tua, bila sang anak
sudah tidak bisa dipegang kejujurannya lagi? Betapa retaknya hubungan suami
istri bila keduanya tidak saling menaruh kepercayaan lagi, semuanya akan berakhir dengan kekacauan begitulah pentingnya
sebuah kejujuran Allah berfirman:
$pkr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# (#qçRqä.ur yìtB úüÏ%Ï»¢Á9$#
Artinya: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan
hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur
Dalam Ayat diatas menunjukkan bahwa
jujur merupakan amalan yang amat terpuji. Dari sebuah kejujuran akan tegak
kebenaran, keadilan, dan sekian banyak kebaikan dibaliknya. Hati akan menjadi
tenang dan tentram. Karena orang yang jujur itu tidak mengurangi atau menzhalimi
hak orang lain. Sehingga semakin menambah kepercayaan dari orang lain. Inilah
hikmah pertama yang terkandung dalm cermin dia jujur terhadap siapapun yang berhadapan
dengannya.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Pelajaran yang kedua yang terkandung pada Cermin adalah
Cermin merupakan PENASEHAT bagi kita. Sejak kecil kita bercermin, sampai
umur kita meningkat dan terus meningkat . Dengan cermin kita ktahui bahwa kita
sudah beranjak dewasa , dengan cermin kita tau umur sudah semakin tua. Dengan Cermin
kita tau rambut sudah berubah warna, dengan cermin kita tau wajah sudah
keriputan semua, dengan cermin kita tau gigi sudah tidak lagi rata seperti
semula.
demikianlah Sebuah hikmah besar berbicara,
" Apa yang telah kau lakukan untuk dunia ini? Sudahkah kau semakin dekat
dengan kematian ? Sudah berapa banyak bekal kita di akherat ? Cermin selalu
menasehati agar kita selalu banyak bersyukur kepada Allah akan keadaan kita,
Cermin menasehati akan kefanaan dunia ini. Cermin selalu menasehati kita agar
selalu mendekatkan diri kepada Allah, karena kita bisa melihat dan merasakan
sendiri ciptaan Allah, yaitu diri kita sendiri saat bercermin, setidaknya kita
ingat akan firman Allah swt:
`tBur çnöÏdJyèR çmó¡Åe6uZçR Îû È,ù=sø:$# (
xsùr& tbqè=É)÷èt ÇÏÑÈ
Artinya: dan Barangsiapa yang
Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya) Maka
Apakah mereka tidak memikirkan?
Maka marilah kita berusaha untuk menghitung
amalan-amalan kita agar menjadi orang yang senantiasa memperbaiki diri di dunia
ini, sebelum datangnya hari perhitungan amalan yang penyesalan pada hari itu
tidak lagi memiliki arti. Begitu pula marilah kita berusaha menjaga anggota
badan kita dari melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah dan selalu memberi
nasehat yang baik laksana cermin.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Pelajaran yang ketiga yang dapat
dipetik dari cermin adalah
Cermin mempunyai sifat AMANAH dalam menyimpan rahasia dan aib kita. Walaupun cermin itu
mengetahui segala keburukan dan kebaikan kita, tetapi cermin tidak akan
memberitahukan kepada orang lain. Dia amanah menjaga rahasia. Keburukan apapun
tidak akan disebar-sebarkan. Cukup dia saja yang tahu dan tidak mengkhabarkan
kepada yang lain. Inilah hikmah terbesar buat kita semua dalam meneladani sifat
sebuah cermin. Cermin hanya memberitahu kita sebatas yang di pantulkannya saja.
Dalam artian hikmah bahwa memberitahu sebatas yg dia tahu, tanpa menambah dan
menguranginya. Demkianlah cermin.
Sungguh berbeda dengan manusia yang
di anugrahi amanah, mereka jadi tidak jujur dan melampaui batas demikianlah
firman Allah:
$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur ú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengemukakan
amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk
memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah
amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh,
(Al-Ahzab 72)
Demikianlah Kaumuslimin semuanaya. mari kita
meneladani atau mengambil hikmah dari sifat cermin ini dan belajar untuk
bersifat seperti cermin serta kita aplikasikan kedalam kehidupan kita
sehari-hari. Banyak sekali yang bisa kita ambil,
Kesimpulan sifat yang baik dari cermin adalah : "
berkata jujur tanpa kebohongan, selalu mengingatkan dan bernasehat baik kepada
saudara muslim untuk memperoleh keridhoan Allah, Amanah terhadap segala
hal, menyimpan dalam2 aib saudara sesama muslim, menghindari kemunafikan, tidak
mengharapkan pujian, dan masih banyak lainnya tentu
Semoga bermanfaat.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar