Senin, 15 Juli 2013

maulid nabi



Assalamualaika zain al anmbiya (salam bagi hiasan para Nabi)
Assalamualaika azkal azkiya (salam untukmu bagi yang tersuci dari orang-orang suci)
Anta syamsun, anta badrun, anta nurun fauqunuuri (Engkau mata hari, bulan purnama, cahaya diatas cahaya)

            Kaumuslimin Rakhima kumullah
Demikianlah untayan sholawat dan syair-syair maulid yang banyak dibaca, sebagai penghias bulan kelahiran Nabi Muhammad saw.syair-syair tersebut adalah gubahan ulama-ulama terdahulu yang jauh sebelum kita. Kemudian di tradisikan oleh umat Islam yang secara tirun temurun.

            Kaumuslimin Rakhima kumullah
Sebagian manusia ada yang menyebut kalimat-kalimat tersebut adalah lantunan –lantunan kalimat Bid’ah. Sebab kalimat tersebut tidak mempunyai dasar baik kepada Alqur’an maupun sunnah Rasulullah saw.
Namun jika kita koreksi isi dari syair-syair tersebut hanyalah ungakapan kerinduan para Pencinta Rasulullah saw. Demikianlah cinta yang tidak bisa dipendam dalm hati melainkan haarus di ungkapkan dengan kata-kata, terlepas dari yang demikian itu inilah ungkapan yang bisa kita berikan kepada insan yang sangat mulia yang merupakan Rhmatan lil alamin.
Allah dan beserta malaikanya juga memberikan penghaormatan kepada Nabi sebagai mana yang termaktup didalam Alqur’an:

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Rasul.

Kaumuslimin Rakhima kumullah
Tetapi tentu, tidak hanya cukup dengan puji-pujian dan solawat saja sebagai bukti cinta kita kepa Rasulullah saw. Masih banyak lagi amalan-amalan sebagai peningkatan kualiatas cinta kita kepada Rasulullah saw.
Sebagaimana yang di defenisikan para ulama diantaranya:
Pertama: menjalankan pesan-pesan dan ajaran Rasulullah saw. Apa yang diajarkan Rasulullah saw adalah merupak kunci penyelamat bagi manusia didunia dan diakhirat. Dengan demikian pegang sunnahnya amalakan ajarannya. Demikianlah yang dijelaskan dalam Alqur’an:




 





Artinya: jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dodsamu Allah maha pengampun lagi maha penyayang (Ali Imran:31)

Kedua: selalu ada perasaan untuk bertemu Rasulullah saw. Dengan memperbanyak sholawat untuk beliau, orang yang mengerjakan sholat, sudah pasti bersolawat, namun  orang yang selalu bersolowat belum tentu mengerjakan sholat.

Ketiga: mencinta warisan Rasulullah saw, sebagaimana Rasulullah menyampaikan dalam sabdanya:
Aku tinggalkan dua bekal dan berharga yaitu , kitabullah dan berpeganglah kepada  sunnahku , sebagaimana Allah firmankan didalam Alqu’an:


 









Artinya: itulah karunia yang dengan karunia itulah, Allah mengembirakan hamba-hambanya yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh, katakanlah” aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang yang dalam kekeluargaan, dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mensyukuri (Assyro:23)

Empat : menjaga nama baik Nabi dan umatnya
         Demikianlah yang pernuah kita tahu, keluaga siapa yang rela jika orang lain, mencaci dan menghina memaki, ahli keluarganya , demikianlah Allah swt:



 







Artinya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginnginkan (keimanan dan keselamatannya) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin ( Attaubah:128)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar