Senin, 15 Juli 2013

fasilitas bukan menjamin kehidupan akhirat



Kaumuslimin Rokhima kumullah
Bersyukur kita kepada Allah swt karena kita masih diberikan kesempatan untuk hadir dimesjid yang megah ini dalam suasana jiwa yang bersih, fikiran yang tenang dan hati yang penuh dengan kelapangan, sebab apalah artinya kita berada ditempat yang megah ini kalau hati kita miskin untuk mengenal kemegahan yang dimiliki Allah swt, 

 Begitu juga yang lainnya apalah artinya kita bersimpuh diruangan yang lapang ini. Jika hati yang kita bawa sangatlah sempit dan tidak selapang ruangan ini, sehingga kita tidak mengenal kebesaran Allah, tidak mengenal nikmatnya persaudaraan, dan sempit sekali hati kita untuk membedakan  yang  halal dan haram. Selanjutnya sangatlah tidak berarti sekiranya kita hadir ditempat yang tenang ini tetapi hati kita penuh dengan kekalutan dan kegelisahan.
Dengan demikian kamuslmin marilah kita kita bersykur kepada Allah hilangkan semua permasalahan, dan hanya kepada Allahlah kita menyembah dan hanya kepada Allahlah kita mintakan segala pertolongan.

Kaumuslimin Rokhima Kumullah.

Hidup ini adalah sebuah perjalanan yang kita tempuh dan kita lewati dengan kendaraan kita sendiri dan kita tidak akan menumpangi kenderaan orang lain masing-masing kita hanya memiliki kederaan tersendiri. Sebagaimana kita tahu yang namanya perjalanan panjang dalam  kehidupan selalu diliputi dengan beraneka macam cobaan ,ada yang menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Namun Perjalanan pasti dan harus dilaksanakan karena semua kendaraan telah disediakan  oleh Allah swt.

Kaumuslimin Rokhima Kumullah.

Lalu Kendaraan apa yang telah Allah sediakan untuk kita mengarungi perjalanan panjang itu? Jawabannya adalah semua yang kita  miliki saat ini, itulah kendaraan kita  yang akan membawa kita ke tempat pengadilan Allah diakhirat Kelak.

Mulai dari yang dilihat  oleh mata, yang didengarkan oleh telinga, yang  diusahakan oleh tangan dan yang dilangkahkan oleh kaki,.Semua potensi yang ada dan kita miliki saat ini adalah merupakan kenderaan yang akan mengantarkan kita kepada perjalanan akhirat kelak, inilah yang Allah sebutkan dalam firmannya

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿٣٦﴾
Artinya: …Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (al-isr’:36)

Kaumuslimin Rokhima Kumullah.

        Yang menjadi pertanyaan bagi kita saat ini adalah, sudahkah kita periksa semua kendaraan-kenderaan itu, mampu kah kenderaan itu mengantarkan kita kepada syurga Allah swt, atau sebaliknya semua kenderaan itu akan mencelakakan diri kita sehingga menyeret tubuh kita kejurang neraka yang siksaannya amat pedih
Kita rasakan.
         Demikianlah yang Allah beritakan kepada kita dalam firman-Nya:

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ﴿١٤﴾

Artinya:Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai
      Penghisab bagimu sendiri.
Kamusliminrokhimakumullah

Tak satupun yang ada pada kita saat ini adalah kesia-siaan. Semuanya pasti ada manfaat dan bernilai ibadah jika diarahkankan kepada amalan-amalan ikhlas, namun kadang hati kita tertutup oleh kebiasaan dan banyaknya gangguan dan perangkap syaitan yang telah menguasai hati dan fikiran kita sehingga menjadikan kita hanyut dalam permainan dunia. terlupa mengevaluasi semua yang telah kita usahakan selama ini. Seperti rumah yang kita tempati, fasilitas yang kita nikmati, mobil mewah yang kita kemudi, pangkat  yang tinggi, jabatan yang strategis, tabungan berlipat ganda di BRI, sawah dan ladang terhampar disana sini. Namun jika semua ini tidak kita perhitungkan status halal dan haramnya maka beban kita  untuk  menghadap Allah swt akan sulit dan bertambah berat.
Demikianlah Allah swt telah memperingatkan kepada kita sekian abad yang lalu dalam firman-Nya:.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ ﴿٥﴾

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
               (fatir:5)
Dengan demikian  jangan pernah mencoba untuk menjadi orang lain karena kita adalah spesial untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri.

Kaumuslimin rokhima kumullah
sebagai penutup khuttbah kita pada hari ini marilah kita renungkan firman Allah swt dalam surat Al-hasyr yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Mudah-mudahan khutbah yang singkat ini dapat mengantarkan kita semua dalam menggapai ridho Allah swt.

1 komentar: