Kaumuslimin Rokhima kumullah
Bersyukur kita
kepada Allah swt karena kita masih diberikan kesempatan untuk hadir dimesjid
yang megah ini dalam suasana jiwa yang bersih, fikiran yang tenang dan hati
yang penuh dengan kelapangan, sebab apalah artinya kita berada ditempat yang
megah ini kalau hati kita miskin untuk mengenal kemegahan yang dimiliki Allah
swt,
Begitu juga yang lainnya apalah artinya kita
bersimpuh diruangan yang lapang ini. Jika hati yang kita bawa sangatlah sempit
dan tidak selapang ruangan ini, sehingga kita tidak mengenal kebesaran Allah,
tidak mengenal nikmatnya persaudaraan, dan sempit sekali hati kita untuk
membedakan yang halal dan haram. Selanjutnya sangatlah tidak
berarti sekiranya kita hadir ditempat yang tenang ini tetapi hati kita penuh
dengan kekalutan dan kegelisahan.
Dengan demikian kamuslmin marilah kita kita bersykur
kepada Allah hilangkan semua permasalahan, dan hanya kepada Allahlah kita
menyembah dan hanya kepada Allahlah kita mintakan segala pertolongan.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah.
Hidup ini adalah sebuah
perjalanan yang kita tempuh dan kita lewati dengan kendaraan kita sendiri dan
kita tidak akan menumpangi kenderaan orang lain masing-masing kita hanya
memiliki kederaan tersendiri. Sebagaimana kita tahu yang namanya perjalanan panjang
dalam kehidupan selalu diliputi dengan
beraneka macam cobaan ,ada yang menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Namun
Perjalanan pasti dan harus dilaksanakan karena semua kendaraan telah disediakan
oleh Allah swt.
Kaumuslimin Rokhima Kumullah.
Lalu Kendaraan apa yang
telah Allah sediakan untuk kita mengarungi perjalanan panjang itu? Jawabannya adalah
semua yang kita miliki saat ini, itulah
kendaraan kita yang akan membawa kita ke
tempat pengadilan Allah diakhirat Kelak.
Mulai dari yang dilihat oleh mata, yang didengarkan oleh telinga,
yang diusahakan oleh tangan dan yang
dilangkahkan oleh kaki,.Semua potensi yang ada dan kita miliki saat ini adalah
merupakan kenderaan yang akan mengantarkan kita kepada perjalanan akhirat kelak,
inilah yang Allah sebutkan dalam firmannya
إِنَّ السَّمْعَ
وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿٣٦﴾
Artinya: …Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(al-isr’:36)
Kaumuslimin Rokhima Kumullah.
Yang
menjadi pertanyaan bagi kita saat ini adalah, sudahkah kita periksa semua
kendaraan-kenderaan itu, mampu kah kenderaan itu mengantarkan kita kepada
syurga Allah swt, atau sebaliknya semua kenderaan itu akan mencelakakan diri
kita sehingga menyeret tubuh kita kejurang neraka yang siksaannya amat pedih
Kita rasakan.
Demikianlah yang Allah beritakan kepada kita
dalam firman-Nya:
اقْرَأْ كِتَابَكَ
كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ﴿١٤﴾
Artinya:Bacalah
kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai
Penghisab bagimu sendiri.
Kamusliminrokhimakumullah
Tak satupun yang ada pada
kita saat ini adalah kesia-siaan. Semuanya pasti ada manfaat dan bernilai
ibadah jika diarahkankan kepada amalan-amalan ikhlas, namun kadang hati kita
tertutup oleh kebiasaan dan banyaknya gangguan dan perangkap syaitan yang telah
menguasai hati dan fikiran kita sehingga menjadikan kita hanyut dalam permainan
dunia. terlupa mengevaluasi semua yang telah kita usahakan selama ini. Seperti
rumah yang kita tempati, fasilitas yang kita nikmati, mobil mewah yang kita
kemudi, pangkat yang tinggi, jabatan
yang strategis, tabungan berlipat ganda di BRI, sawah dan ladang terhampar
disana sini. Namun jika semua ini tidak kita perhitungkan status halal dan haramnya
maka beban kita untuk menghadap Allah swt akan sulit dan bertambah
berat.
Demikianlah Allah swt
telah memperingatkan kepada kita sekian abad yang lalu dalam firman-Nya:.
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم
بِاللَّهِ الْغَرُورُ ﴿٥﴾
Artinya: Hai manusia,
sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan
dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu,
memperdayakan kamu tentang Allah.
(fatir:5)
Dengan demikian jangan pernah mencoba untuk menjadi orang lain
karena kita adalah spesial untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri.
Kaumuslimin rokhima kumullah
sebagai penutup khuttbah kita pada
hari ini marilah kita renungkan firman Allah swt dalam surat Al-hasyr yang
berbunyi:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap
diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
Mudah-mudahan
khutbah yang singkat ini dapat mengantarkan kita semua dalam menggapai ridho
Allah swt.
adeo khutbah anti gempa bro,, hhee
BalasHapus